DAMPAK Asean Economic Community (AEC) TERHADAP PENDIDIKAN INDONESIA

Oleh: Asih Sugiarti*

Peristiwa bersejarah telah tercatat dalam riwayat di negara ASEAN. Kongres Bali Concord II pada Oktober 2003 tahun lalu dapat diindikasikan ASEAN masa depan akan menuju ke arah integrasi ekonomi antar negara ASEAN yang lebih maju. Dimana telah disepakatinya rencana untuk pembentukan organisasi ASEAN dalam bidang ekonomi (Asean Economic Community).

ASEAN sebagai wadah utama untuk menyatukan visi dan misi dengan 5 negara tetangga yang nantinya dapat merintis AEC untuk meningkatkan ekonomi di Indonesia. Kenyataannya, ekonomi Di Indonesia masih rendah di bawah negara-negara maju seperti Thailand, Brunei, Filiphina dan Malaysia yang notabenenya pasokan ekonomi ditopang oleh industrialisasi. Untuk menopang ekonomi di Indonesia perlu adanya peningkatan SDM dari segi pendidikan. Pendidikan di Indonesia saat ini belum sesuai dengan tujuan yang diharapkan yaitu mencetak SDM yang berkualitas yang siap terjun ke dunia kerja. Fungsi utama pendidikan di tiap tingkat

adalah untuk menyediakan pelatihan cara-cara berpikir mendasar yang terwakili dalam ilmu yang berkaitan dengan sumbangan umat manusia agar siap di dunia kerja.

Apabila AEC telah betul-betul terlaksana, maka ASEAN akan menjelma menjadi suatu kawasan ekonomi tanpa batas negara, dimana setiap penduduk maupun sumber daya setiap negara dapat bergerak bebas seperti dalam negeri sendiri.

Hasil kongres AEC memberikan pelajaran bagi kita bahwa Indonesia yang memiliki kekayaan melimpah akan tidak berarti jika tidak dibarengi dengan sumber daya manusia yang memadai karena bagaimanapun SDM adalah sebagai pelaku dan pengolah SDA. Salah satu SDM Indonesia adalah para akademisi termasuk mahasiswa.

Namun, dewasa ini tantangan yang menjadi kendala pendidikan yaitu kurangnya keterampilan dan kualitas SDM Indonesia yang masih belum siap untuk menyambut AEC sehingga dapat memunahkan harapan terwujudnya AEC 2015. Selain masalah keterampilan, modal kemampuan bahasa asing menjadi permasalahan yang harus diselesaikan. Untuk kemampuan angkatan kerja terhadap bahasa asing bisa dilihat dari jumlah angkatan kerja sesuai tingkat pendidikan. Sehingga bisa dikatakan kemampuan angkatan kerja dalam bahasa asing masih rendah. Permasalahan dasar ini harus segera diselesaikan karena menjadi modal utama dalam berkomunikasi.

Bagaimanapun juga, visi tanpa tindakan adalah sebuah lamunan semata, tindakan tanpa visi adalah mimpi buruk Indonesia untuk menghadapi AEC. Sebagai mahasiswa, visi menjadi hal penting. Visi menjadi satu pandangan ke depan, sebagai olah kemampuan menghadapi masa depan dengan wawasan yang dimiliki untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.

Selanjutnya dengan adanya AEC mahasiswa di Indonesia dituntut untuk mampu bersaing dengan kualitas mahasiswa dari berbagai negara lain yang kualitas pendidikan mereka lebih unggul dalam hal akademik dibandingkan dengan mahasiswa di Indonesia.

Menyikapi hal itu, harusnya peran yang bisa dimainkan oleh mahasiswa dalam AEC guna menunjang Indonesia diantaranya dengan melakukan penelitian. Penelitian akan sangat bermanfaat bagi pemerintah karena adanya keterbatasan waktu menyebabkan pemerintah tidak detail atau belum mampu secara rinci mengetahui apa yang seharusnya dilakukan oleh lembaga pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikannya. Dalam hal ini khususnya bidang pendidikan yang akan berdampak pada kualitas tenaga kerja. Dengan adanya penelitian diharapkan mampu menemukan hal-hal baru yang berkaitan dengan kualitas pendidikan Indonesia.

Selain itu untuk meminimalisir beberapa kendala di atas dapat dilakukan dengan memberikan perhatian serius terhadap penyelenggara pendidikan dan usaha industri.

Pendidikan-pendidikan formal harus mulai menanamkan bibit-bibit wawasan keindustrian sejak dini sebagai bekal untuk mempersiapkan kompetensinya dimasa yang akan datang. Selain masalah penyelarasan antara dunia pendidikan dan usaha industri, hal yang perlu ditingkatkan adalah inovasi dari kaum muda. Persaingan inovasi dari berbagai Negara akan bertebaran di pasaran global sehingga jiwa kreativitas kaum muda akan menjadi modal berharga untuk bersaing secara global dalam AEC. sehingga diharapkan dapat bermanfaat bagi bangsa, agama, dan dunia.

*Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>